By KEI
Kebiasaan cowok yang bikin mereka jadi rentan terhadap virus ngarep: ngeliatin/ngesave-in foto cewek-cewek cantik.
Di Internet, di TV, di mall, di media cetak, wanita cantik di mana-mana. Membuat pria terhipnotis, seolah mudah diraih.
Tapi nyatanya, wanita cantik itu begitu dekat tapi begitu jauh. Bisa dilihat, tapi gak bisa diraih. Bikin pria stress.
Stress karena tidak ada satupun wanita cantik yang hadir dalam kehidupan mereka. Padahal di mall banyak yg berseliweran.
Setiap hari selalu ngeliat wanita cantik di mana-mana, tapi gebetan yg cantik aja gak punya. Gimana nggak stress?
Boro-boro gebetan, teman yg cantik aja gak punya! Kalo teman yg cantik aja gak punya, gimana bisa punya pacar cantik?
Pelarian paling mudah bagi pria adalah: pornografi. Mudah dan cepat, berbagai wanita cantik hanya sejauh klik mouse.
Ya gak salah sih hobi nonton pornografi dan masturbasi, toh gak nyakitin siapapun. Tapi efek psikologisnya cukup bahaya.
Buat yang jomblo akut, pornografi bahaya karena menimbulkan delusi bahwa kehidupan romansa kamu baik-baik saja.
Stress pengen punya pacar yg cantik tapi gak mampu, kamu melarikan diri ke pornografi. Sehabis orgasme, kamu merasa lega.
Sehabis masturbasi, kamu merasa lega, puas, dan lemas. Tidak ada lagi motivasi untuk beraksi sungguhan di dunia nyata
Efek dari merasa lega, puas, dan nikmat, buat kamu berdelusi bahwa kehidupan romansamu baik-baik saja. Gak ada masalah.
Makanya ada begitu banyak pria jomblo kronis, tapi merasa gak perlu lakukan aksi apapun untuk merubah hidupnya.
Setiap kali realita menampar bahwa mereka gak mampu dapatkan pasangan, tinggal coli aja.. and everything is fine again.
Khayalan yg dipercaya sebagai kenyataan. RT @hanli_irfanly: delusi itu apa kei?
Ilusi: ssuatu yg TERLIHAT nyata pdhal nggak. Delusi: ssuatu yg DIPERCAYA nyata pdhal nggak.
Kalo sesekali nonton pornografi dan masturbasi itu bagus, melepas stress. Tapi kalo udah keseringan, jadi kecanduan.
Kamu udah kecanduan ketika kamu menggunakan masturbasi sebagai solusi masalahmu dan membuat perasaanmu jd lebih baik.
Ditolak gebetan, coli supaya gak stress. Diputusin pacar, coli. Diomelin boss, coli. Galau kerjaan, coli. Bokek, coli.
Libido pria itu mengandung energi dan dorongan luar biasa untuk melakukan banyak hal, tapi kamu habiskan untuk coli.
Energi, motivasi, dan rasa resah yg seharusnya bisa mendorong kamu untuk melakukan perubahan dalam hidupmu jadi habis.
Kamu merasa semuanya baik-baik saja, padahal nggak. Cuma koleksi bokep aja yang bertambah di harddisk eksternal.
Kalo cewek beda. Kebanyakan wanita menyalurkan frustrasi seksual mereka pada karir dan kerjaan, jadi workaholic :)
Wanita yg sukses berdiri di puncak karir biasanya kehidupan romansanya babak belur, kebalikannya sama pria.
Pria sukses biasanya adalah pria yg kehidupan romansanya sudah gak ada masalah, jadi bisa fokus mikirin yg lain.
Banyak orang sukses kasih nasihat supaya cepat menikah, agar bisa fokus sama bisnis dan kerjaan. Gak lagi mikirin wanita.
Kenapa wanita yg ada di puncak karir biasanya punya sejarah romansa yang kelam? Ah, itu topik dibahas next time aja :)
Kemaren pas bahas kalo cewek PMS harus kendalikan emosi, ada yg ngomel "Udah pernah nyoba pake pembalut 24/7 belum?"
Memang, pria gak pernah pake pembalut 24/7 dan gak tau rasanya perubahan hormon dan fisiologis gara-gara menstruasi.
Tapi wanita juga gak tau rasanya selalu horny 24/7 seperti yg pria alami. Hormon yg bergejolak sejak pubertas.
Wanita selalu menyalahkan, pria itu cabul. Tapi rasa horny timbul di luar kendali pria. Kita diciptakan seperti itu.
Wanita gak tau rasanya selalu horny tapi tidak ada tempat pelampiasan. Dorongan dari dalam diri yg gak pernah berhenti.
Seperti ada monster di dalam diri yg siap lepas kapan saja kalau kita tidak siaga mengurungnya dalam penjara moralitas.
Wanita gak tau penderitaan yg pria alami untuk menahan libido yg selalu meluap siap meledak. Sungguh melelahkan.
Jadi kalo pria dituntut untuk menahan libido, rasanya adil bila wanita juga dituntut untuk menahan kereseannya saat mens.
Kalo pria ngeliatin dada kamu terus, apa bisa kamu terima alasan: "Sorry, ini hormon gue yg bikin gue jadi ngeliatin."?
Kalo wanita gak bisa terima hormon buat alasan, so sorry, kita juga gak bisa terima hormon buat alasan kamu jadi rese.
Jadi stop dengan semua alasan yg seolah membuat wanita jadi spesial karena mens setiap bulan. That's fucking bullshit.
Baik pria maupun wanita, kita semua punya pergumulan dan perjuangan masing-masing untuk bisa diterima di masyarakat.
Pergumulan pria adalah untuk gak jadi horny assholes, pergumulan wanita adalah untuk gak jadi annoying bitches.
Bila pria dan wanita bisa lakukan kedua hal itu, I think we can get along fine. Dan dunia bakal jadi lebih baik. Amin :)
Oh jadi mau ngadu wanita atau pria, siapa paling menderita dan berhak untuk jadi rese?
Wanita tau gak rasa pedisnya kulit penis kejepit ristleting atau linunya sampe ke ulu hati kalo testis kepentok?
Gak tau kan rasanya? Tapi apa cowok pake argumen itu untuk menjustifikasi berbuat rese dan nyebelin sama semua orang?
"Eh loe rese banget sih hari ini?!" | "Sorry yah, biji gue lagi kepentok. Maklumin aja deh.." | Boleh alesan gini?
Kan jadi bego kalo saling beragumen siapa yg paling menderita. Makanya nyeri haid gak usah dibawa dan dijadikan alasan.
Mau nyeri haid kek, mau linu biji kepentok kek, gak ada alasan buat orang untuk bersikap rese dan nyebelin ke semua orang.
Poin saya sangat sederhana: kendalikan emosi kamu, bukannya malah suruh orang memaklumi kamu. Itu aja kok. Simple.
Masalahnya kan ada di kamu yg rese, bukan pada orang lain yang minta kamu supaya jangan rese. Jadi kamu yg harus tau diri.
"EhKanKan jadi bego kalo saling beragumen siapa yg paling menderita. Makanya nyeri haid gak usah dibawa dan dijadikan alasan. jadi bego kalo saling beragumen siapa yg paling menderita. Makanya nyeri haid gak usah dibawa dan dijadikan alasan.
loe rese banget sih hari ini?!" | "Sorry yah, biji gue lagi kepentok. Maklumin aja deh.." | Boleh alesan gini?Kan jadi bego kalo saling beragumen siapa yg paling menderita. Makanya nyeri haid gak usah dibawa dan dijadikan alasan.
Kebiasaan cowok yang bikin mereka jadi rentan terhadap virus ngarep: ngeliatin/ngesave-in foto cewek-cewek cantik.
Di Internet, di TV, di mall, di media cetak, wanita cantik di mana-mana. Membuat pria terhipnotis, seolah mudah diraih.
Tapi nyatanya, wanita cantik itu begitu dekat tapi begitu jauh. Bisa dilihat, tapi gak bisa diraih. Bikin pria stress.
Stress karena tidak ada satupun wanita cantik yang hadir dalam kehidupan mereka. Padahal di mall banyak yg berseliweran.
Setiap hari selalu ngeliat wanita cantik di mana-mana, tapi gebetan yg cantik aja gak punya. Gimana nggak stress?
Boro-boro gebetan, teman yg cantik aja gak punya! Kalo teman yg cantik aja gak punya, gimana bisa punya pacar cantik?
Pelarian paling mudah bagi pria adalah: pornografi. Mudah dan cepat, berbagai wanita cantik hanya sejauh klik mouse.
Ya gak salah sih hobi nonton pornografi dan masturbasi, toh gak nyakitin siapapun. Tapi efek psikologisnya cukup bahaya.
Buat yang jomblo akut, pornografi bahaya karena menimbulkan delusi bahwa kehidupan romansa kamu baik-baik saja.
Stress pengen punya pacar yg cantik tapi gak mampu, kamu melarikan diri ke pornografi. Sehabis orgasme, kamu merasa lega.
Sehabis masturbasi, kamu merasa lega, puas, dan lemas. Tidak ada lagi motivasi untuk beraksi sungguhan di dunia nyata
Efek dari merasa lega, puas, dan nikmat, buat kamu berdelusi bahwa kehidupan romansamu baik-baik saja. Gak ada masalah.
Makanya ada begitu banyak pria jomblo kronis, tapi merasa gak perlu lakukan aksi apapun untuk merubah hidupnya.
Setiap kali realita menampar bahwa mereka gak mampu dapatkan pasangan, tinggal coli aja.. and everything is fine again.
Khayalan yg dipercaya sebagai kenyataan. RT @hanli_irfanly: delusi itu apa kei?
Ilusi: ssuatu yg TERLIHAT nyata pdhal nggak. Delusi: ssuatu yg DIPERCAYA nyata pdhal nggak.
Kalo sesekali nonton pornografi dan masturbasi itu bagus, melepas stress. Tapi kalo udah keseringan, jadi kecanduan.
Kamu udah kecanduan ketika kamu menggunakan masturbasi sebagai solusi masalahmu dan membuat perasaanmu jd lebih baik.
Ditolak gebetan, coli supaya gak stress. Diputusin pacar, coli. Diomelin boss, coli. Galau kerjaan, coli. Bokek, coli.
Libido pria itu mengandung energi dan dorongan luar biasa untuk melakukan banyak hal, tapi kamu habiskan untuk coli.
Energi, motivasi, dan rasa resah yg seharusnya bisa mendorong kamu untuk melakukan perubahan dalam hidupmu jadi habis.
Kamu merasa semuanya baik-baik saja, padahal nggak. Cuma koleksi bokep aja yang bertambah di harddisk eksternal.
Kalo cewek beda. Kebanyakan wanita menyalurkan frustrasi seksual mereka pada karir dan kerjaan, jadi workaholic :)
Wanita yg sukses berdiri di puncak karir biasanya kehidupan romansanya babak belur, kebalikannya sama pria.
Pria sukses biasanya adalah pria yg kehidupan romansanya sudah gak ada masalah, jadi bisa fokus mikirin yg lain.
Banyak orang sukses kasih nasihat supaya cepat menikah, agar bisa fokus sama bisnis dan kerjaan. Gak lagi mikirin wanita.
Kenapa wanita yg ada di puncak karir biasanya punya sejarah romansa yang kelam? Ah, itu topik dibahas next time aja :)
Kemaren pas bahas kalo cewek PMS harus kendalikan emosi, ada yg ngomel "Udah pernah nyoba pake pembalut 24/7 belum?"
Memang, pria gak pernah pake pembalut 24/7 dan gak tau rasanya perubahan hormon dan fisiologis gara-gara menstruasi.
Tapi wanita juga gak tau rasanya selalu horny 24/7 seperti yg pria alami. Hormon yg bergejolak sejak pubertas.
Wanita selalu menyalahkan, pria itu cabul. Tapi rasa horny timbul di luar kendali pria. Kita diciptakan seperti itu.
Wanita gak tau rasanya selalu horny tapi tidak ada tempat pelampiasan. Dorongan dari dalam diri yg gak pernah berhenti.
Seperti ada monster di dalam diri yg siap lepas kapan saja kalau kita tidak siaga mengurungnya dalam penjara moralitas.
Wanita gak tau penderitaan yg pria alami untuk menahan libido yg selalu meluap siap meledak. Sungguh melelahkan.
Jadi kalo pria dituntut untuk menahan libido, rasanya adil bila wanita juga dituntut untuk menahan kereseannya saat mens.
Kalo pria ngeliatin dada kamu terus, apa bisa kamu terima alasan: "Sorry, ini hormon gue yg bikin gue jadi ngeliatin."?
Kalo wanita gak bisa terima hormon buat alasan, so sorry, kita juga gak bisa terima hormon buat alasan kamu jadi rese.
Jadi stop dengan semua alasan yg seolah membuat wanita jadi spesial karena mens setiap bulan. That's fucking bullshit.
Baik pria maupun wanita, kita semua punya pergumulan dan perjuangan masing-masing untuk bisa diterima di masyarakat.
Pergumulan pria adalah untuk gak jadi horny assholes, pergumulan wanita adalah untuk gak jadi annoying bitches.
Bila pria dan wanita bisa lakukan kedua hal itu, I think we can get along fine. Dan dunia bakal jadi lebih baik. Amin :)
Oh jadi mau ngadu wanita atau pria, siapa paling menderita dan berhak untuk jadi rese?
Wanita tau gak rasa pedisnya kulit penis kejepit ristleting atau linunya sampe ke ulu hati kalo testis kepentok?
Gak tau kan rasanya? Tapi apa cowok pake argumen itu untuk menjustifikasi berbuat rese dan nyebelin sama semua orang?
"Eh loe rese banget sih hari ini?!" | "Sorry yah, biji gue lagi kepentok. Maklumin aja deh.." | Boleh alesan gini?
Kan jadi bego kalo saling beragumen siapa yg paling menderita. Makanya nyeri haid gak usah dibawa dan dijadikan alasan.
Mau nyeri haid kek, mau linu biji kepentok kek, gak ada alasan buat orang untuk bersikap rese dan nyebelin ke semua orang.
Poin saya sangat sederhana: kendalikan emosi kamu, bukannya malah suruh orang memaklumi kamu. Itu aja kok. Simple.
Masalahnya kan ada di kamu yg rese, bukan pada orang lain yang minta kamu supaya jangan rese. Jadi kamu yg harus tau diri.
"EhKanKan jadi bego kalo saling beragumen siapa yg paling menderita. Makanya nyeri haid gak usah dibawa dan dijadikan alasan. jadi bego kalo saling beragumen siapa yg paling menderita. Makanya nyeri haid gak usah dibawa dan dijadikan alasan.
loe rese banget sih hari ini?!" | "Sorry yah, biji gue lagi kepentok. Maklumin aja deh.." | Boleh alesan gini?Kan jadi bego kalo saling beragumen siapa yg paling menderita. Makanya nyeri haid gak usah dibawa dan dijadikan alasan.
Title: Pornografi dan Jomblo Kronis
Posted by:
Published :2013-09-05T10:19:00-07:00
Pornografi dan Jomblo Kronis
Posted by:
Published :2013-09-05T10:19:00-07:00
Pornografi dan Jomblo Kronis

0 komentar:
Post a Comment